14/07/2015

Wonosari Tea Plantation, Lawang

Sebenernya ini perjalanan saya di bulan Mei. Anak rantau mana yang menyianyiakan 2 tanggal merah di weekend ? 14 dan 16 Mei ada tanggal merah, maka saya pulang ke Surabaya, berhubung keluarga di Solo juga mudik ke Surabaya, mau ga mau saya ikutan pulang kesana kalau ga mau disambut rumah kosong di Solo. Kedatangan saya ke Surabaya kali ini berbeda dengan kedatangan saya sebelumnya, karena saya tertarik banget untuk mengunjungi museum museum yang terkenal di Surabaya dan Malang. Yaitu Museum Kesehatan di Jl. Indrapura, Surabaya dan Museum Brawijaya di kota Malang. Tapi sebelumnya kali ini saya ceritakan dulu jalan jalan saya di Kebun Teh Wonosari di Lawang, Malang.

Beli kue rangin dulu buat bekal
The Holy Rangin, rangin terenak !! Hahaha~
Setelah memenuhi kotak bekal saya dengan kue rangin, kami pun sekeluarga langsung bertolak menuju Malang untuk menghabiskan waktu liburan kami. Tapi bayang bayang kemacetan ada di pikiran kami. Long weekend begini pasti bukan cuma kami saja yang kabur ke Malang, masih banyak masyarakat Surabaya yang berpikiran sama dengan kami. Brace yourself !


Tapi untungnya, jalanan tidak terlalu macet. Sehingga tidak perlu waktu lama kami pun sudah memasuki Lawang sebuah daerah sebelum memasuki kota Malang. Lawang artinya pintu dalam bahasa Jawa, konon katanya itulah asal mula pemberian nama Lawang untuk daerah ini, karena merupakan “pintu masuk” menuju Malang. Cmiiw :p Kamipun langsung segera masuk ke kawasan Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Bayangan kawasan kebun teh yang sejuk mulai membayangi pikiran saya, sama saat seperti di Kebun Teh Tambi, Dieng. Tapi sayang, ternyata sama sekali tidak sejuk, entah daerahnya yang kurang tinggi atau memang cuaca di Lawang sedang panas panasnya. Saat itu kami sampai di Kebun Teh Wonosaari sekitar jam 12 siang, saat matahari berada di atas kepala. 
Deretan cottage yang dikelola oleh perkebunan
Jangan khawatir untuk bloggie yang ingin menginap di dalam area perkebunan teh Wonosari ini, karena di sana disediakan penginapan mulai dari kamar hingga ke homestay untuk keluarga dalam jumlah yang banyak. Sepertinya semua perkebunan teh menyediakan penginapan sama seperti saat di perkebunan teh Tambi, Dieng. Namun ada satu yang mengganjal pikiran saya, akses yang cukup jauh dari jalan besar tentunya sedikit menyulitkan jika kita ingin mencari makanan. Harus keluar area perkebunan dulu. Tapi hal itu tidak menyurutkan para pengunjung yang ingin menginap di sana. Buktinya saat kami datang ke sana semua homestay nya full booked.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di perkebunan ini. Salah satunya adalah tur kebun teh. Ada yang berjalan kaki kemudian masuk ke dalam pabrik, dan ada yang praktis saja naik adventure car berkeliling areal perkebunan. Untuk itu, kami pilih opsi kedua. Karena melihat cuaca yang lagi panas panasnya, rasanya jalan kaki bukan pilihan yang tepat. Dasar manja. Menurut saya, suasana di agrowisata Wonosari ini kurang "sakral" dibanding perkebunan teh yang pernah saya datangi sebelumnya. Saya tidak mendapatkan suasana sejuk dan tenang saat berada di sana.Bahkan saya melihat segerombolan anak anak SMA yang merayakan kelulusan mereka di areal perkebunan teh dengan seragam tercoret coret serta motor dengan knalpot kompreng. Tidak jarang saya juga melihat banyak pasangan muda mudi yang asik asikan di balik pohon. Tersedianya permainan anak seperti perosotan, jungkat jungkit, dan kereta kelinci pun menambah keriuhan di areal agrowisata ini. Ya memang, saya kurang begitu suka dengan taman hiburan keluarga.

Dalam perjalanan kami dengan adventure car, kami menemukan ada pohon teh yang berusia lebih dari 100 tahun. Ditanam pada tahun 1910. Tingginya kurang lebih hanya 2 meter saja, bloggie. Tidak sampai seperti pohon yang berbatang besar. Tapi cukup unik, karena ini pertama kalinya saya melihat pohon teh berusia lebih dari 1 abad.

Nenek moyang pohon teh
Jalan setapak di areal perkebunan
Gunung Arjuna dari kejauhan
Kegiatan para pemetik teh
Hamparan kebun teh
Lagi angkut angkut daun teh
Tidak terlalu lama kami berada di Kebun Teh Wonosari, setelah berkeliling dengan adventure car, kami menuju ke sebuah cafe di sana dan membeli es teh dan bakwan bakar Malang yang enak banget. Setelah perut terisi, kami melanjutkan perjalanan menuju tujuan awal kami, Malang. Yuhuuuuu ! Malang we're coming !

No comments:

Post a Comment