15/07/2015

Uji Nyali Di Museum Kesehatan Surabaya

Sudah lumayan lama saya penasaran dengan Museum Kesehatan yang terletak di Jl. Indrapura, Surabaya ini. Karena sebelumnya saya mendapat info kalau museum ini pernah digunakan sebagai lokasi uji nyali hahaha ! As usual, saya selalu tertarik dengan hal hal yang berbau angker (heeu..). Museum Kesehatan ini sebelumnya merupakan Rumah Sakit Kelamin, menurut mumichtu rumah sakit itu melayani pasien pasien dari kalangan yang tidak mampu. Tapi entah kenapa dijadikan museum. Museum Kesehatan didirikan oleh dr. Hariyadi Suparto, seorang ahli kesehatan dan ahli supranatural. Terlihat dari koleksi barang barang di museum ini yang sedikit "aneh" yaitu adanya sasana supranatural yang berisi alat alat santet, bahkan air celupan tangan Ponari asal Jombang itu pun diabadikan di dalam museum ini. 

Gerbang depan Museum Kesehatan Surabaya

Koridor panjang di dalam area Museum Kesehatan
Bangunan di kompleks Museum Kesehatan
Harga tiket masuk Museum Kesehatan Surabaya ini murah banget bloggie, hanya 1.500 saja ! Padahal melihat bangunannya yang sangat terawat dan rapi, rasanya 1.500 itu terlalu murah bloggie. Museum Kesehatan ini terletak satu area dengan kompleks Departemen Kesehatan RI. Sepintas melihat bangunan ini, terasa sangat sejuk dan damai. Saya malah tertarik untuk melangsungkan sesi foto prewedding di sana suatu saat nanti, hahaha ! Lorong lorong panjang khas rumah sakit, semakin meyakinkan saya bahwa dulunya bangunan ini difungsikan sebagai rumah sakit. Pandangan saya menerawang ke sebuah bangunan yang terlihat kosong di kejauhan. Hmm...

Museum kesehatan terdiri dari beberapa sasana yang terbagi dalam 3 ruangan yaitu, Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan, Sasana Alat Non Medis, Sasana Flora dan Fauna, dan terakhir Sasana Alat Pengobatan Tradisional. Pertama kali masuk kita akan menuju Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan. Disambut dengan patunga Ganesha besar di tengah ruangan. Di dalam sasana ini dipamerkan barang barang berupa sejarah kesehatan medis Indonesia, ijazah ijazah dokter pada jaman dahulu serta seragam dokter pada jaman dahulu.



Alat pencuci darah, dan kalau dizoom masih ada bekas darah yang mengering
Salah satu barang ajaib, alat bantu seks -___-

Setelah itu, kita akan memasuki sasana alat non medis, disini dipamerkan barang barang inovasi seperti alat penjernih air. Selain itu disini juga dipamerkan mesin ketik pada jaman dahulu.


Di sini nanti kita akan menemukan sebuah pintu yang terkunci, disana tertulis "Dunia Lain". Ternyata di sanalah lokasi yang digunakan untuk uji nyali salah satu stasiun tv swasta. Pada gagang pintunya tergantung sebuah peta tempat ditentukannya lokasi uji nyali dan peta lokasi penampakan yang sering menampakkan diri di sekitar Museum Kesehatan. Kalau bloggie punya nyali yang cukup besar, bisa kok kita mintakan juru kuncinya untuk membukakan pintu menuju lokasi dunia lain tersebut. Saat itu saya kesana bersama sepupu saya dan si Mas. Makanya saat itu saya berani untuk minta dibukakan pintunya. Sebelum membuka pintu, juru kunci komat kamit seperti mengucapkan mantra atau doa. Begitu pintu terbuka aroma pengap langsung keluar dan udaranya sangat panas. Di ruangan itu ada barang barang yang berhubungan dengan jenazah, seperti peti mati, tulang belulang yang konon katanya asli punya manusia, ada abu bekas pembakaran jenazah dan ada dupa dupa yang masih mengepulkan asap, tanda bahwa ruangan ini rutin disambangi untuk dinyalakan dupa. Di sana juga ada satu pintu lagi yang merupakan lokasi uji nyali. Kemudian kami dibukakan pintu menuju lokasi uji nyali sesungguhnya, yaitu sebuah toilet yang sangat tak terawat, jaring laba laba dimana mana. Saya merinding hebat entah karena sugesti tau tempat ini pernah dijadikan lokasi uji nyali atau memang toilet ini benar benar seram. Walaupun siang hari, ruangan di dalamnya sangat gelap karena tidak ada sinar matahari yang menembus. Kata sang juru kunci, toilet ini merupakan tempat untuk membuang janin dan kuburan bayi yang meninggal saat dilahirkan. Saya rasa mungkin benar juga, mengingat Museum Kesehatan ini sebelumnya merupakan rumah sakit kelamin, yang mungkin ada hubungannya juga dengan kandungan. Saya pun tidak terlalu lama berada di dalam sana karena takut ada apa apa, dan saya ga berani untuk ambil foto, siapa tau nanti ada penampakan yang tertangkap dan meneror saya. Hiiiii....

Pintu menuju Dunia Lain
Selesai berhorror ria di ruangan uji nyali, kami memasuki sasana flora dan fauna kemudian meamasuki sasana IPTEK. Di sana juga ada barang barang inovasi. Salah satunya yang aneh adalah adanya penemuan tentang kue yang terbuat dari tinja. Tinja manusia diproses sedemikian rupa sehingga menjadi tepung, kemudian tepungnya dibuat menjadi kue.



Kaya bolu kukus, ada yang mau nyoba ?
Saatnya saya memasuki sasana terakhir yang bangunannya terpisah, yaitu sasana pengobatan tradisional. Di sini dipamerkan barang barang yang berhubungan dengan ilmu magis, seperti santet, boneka jaelangkung dan boneka nini thowok yang dipercaya pada jaman dahulu dapat meramalkan penyakiit. Di sasana ini juga dipamerkan air kobokan tangan Ponari yang terkenal itu serta hasil penelitiannya.


Sampel batu Ponari, Jombang
Boneka Jaelangkung dan Nini Thowok

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma. M.Ph
Jl. Indrapura No. 17, Surabaya, Jawa Timur
031 3528748
Opening Hours : 09.00 - 17.00 (Hari Minggu buka, hari libur nasional tutup)
HTM : Rp. 1500

1 comment:

  1. I think your blog is great to read and would look nicer if you always update your news, thanks
    dewa poker

    ReplyDelete