30/05/2015

Beecup Cupcakes - The Best Cupcakes In Bali


Mari flashback sejenak bloggie. Saya kenal Beecup ini dari sejak tahun 2012. Waktu itu saya KP (magang) di salah satu interior konsultan di daerah Sanur. Setiap pulang ke kosan, mata saya selalu tertuju pada sebuah toko cupcake mungil yang bangunannya didominasi warna putih. Sampai akhirnya rasa penasaran saya terbayarkan dengan mengunjungi toko itu dan memesan satu buah cupcake vanilla dimakan di tempat. Saat ditanyakan mau pesan minum apa, saya menolak dengan halus untuk memesan minum. Namun ga disangka, sang owner membawakan saya air putih di gelas sambil berkata “Ini gratis kok” dengan senyuman. Seketika saya langsung terkesima dengan kebaikan sang owner. Hahaha, tau aja dia kalo waktu saya masih jadi desainer magang yang masih kere ga mampu beli minuman (sekarang juga kere, heeu). Sejak kejadian itu selain rasa cupcakenya yang enak, saya jadi sering berkunjung kesana untuk sekedar take away cupcakenya dan dimakan di kosan. Bahkan saya sempat membeli satu lusin cupcake sebagai kue perpisahan untuk teman teman di kantor tempat saya magang.


Beecup cupcake 3 tahun yang lalu
Dan sekarang, di tahun 2015 saya masih menjadi pelanggan setia Beecup. Saya suka banget sama frostingnya yang simple yet elegant mengingatkan dengan cupcake yang terkenal banget di luar negeri, Georgetown Cupcake yang punya acara sendiri di channel TLC (dulunya di Star World) dengan judul DC Cupcake. Menceritakan 2 kakak beradik yang punya usaha toko cupcake, setiap episodenya menceritakan kakak beradik tersebut mendapatkan order cupcake dengan tema tertentu dari kliennya. Ini menjadi salah satu acara tv favorit saya dan adek, kami pun sering berandai andai jika kami yang berada dalam acara tersebut. DC Cupcake memiliki frosting yang simpel tapi sangat anggun dan cantik sehingga menggugah selera yang melihat untuk memakannya. Tipe frosting kesukaan saya. Saya kurang suka dengan frosting cupcake yang heboh. 

Awal Mei 2015, toko Beecup yang semula berada di Sanur, tepatnya berada di seberang ruko Kopi Bali. Sekarang pindah mengarah ke arah Kuta, tapi masih berada di Jl. Bypass Ngurah Rai (fyi, bypass Ngurah Rai ini panjang banget ya bloggie). Ancer ancer tepatnya adalah, jika bloggie dari arah Kuta, maka letak Beecup ini di sebelah kiri jalan. Setelah toko bangunan Mitra 10, maju lagi sampai akhirnya ada pombensin di kiri jalan. Toko Beecup ada sekitar 200 – 300 meter dari pombensin itu. 

Akhirnya saya ada kesempatan juga untuk mampir di toko Beecup yang baru, yang kebetulan dekat banget dari kantor. Saya kesana bersama mba Revi (as usual). Begitu masuk ke tokonya yang baru, kami langsung disambut oleh ownernya yang wajahnya masih sama dengan 3 tahun yang lalu, dimana saya diberi air minum gratisan hihihihi. Keramahannya pun masih terjaga, sang owner dengan sabar menjelaskan rasa rasa dari cupcakenya yang banyak banget dipajang. Rasa yang ditawarkan lebih banyak dari sejak terakhir saya ke Beecup. Saya sempat bingung memilih mau rasa yang mana, dan akhirnya saya fix memesan Lemon Cupcake, Avocado Cupcake, dan Vanilla Chocolate Cupcake.

Deretan cupcakes yummy. Bloggie bakal bingung mau pilih rasa apa
Dari ki - ka : Coco Crunch, Coco Pandan, Red Velvet, dan Melon

Ownernya yang super ramah
Selain cupcakes, disini juga menjual whole cakes dan aneka cake slice lainnya
Harga cupcakenya per pcs IDR 15K, untuk pembelian 6 buah cupcakes diberi harga IDR 85K, sedangkan 12 cupcakes diberi harga IDR 150K. Harga yang sangat terjangkau untuk cupcake dengan rasa yang premium. Berikut ini adalah pesanan kami berdua, 6 buah cupcakes yang cuteness overload.

Cupcakes !
Searah jarum jam, dimulai dari cupcake yang berwana ungu itu Blueberry Cupcake, Vanilla Chocolate Cupcake, Cappucino Cupcake, Avocado Cupcake, Lemon Cupcake, Green Tea Cupcake. Semua cupcakenya ga ada yang ga enak. Semuanya enak, bukan sekedar hanya untuk menamai cupcakenya, semua rasa sesuai dengan nama cupcakenya. Avocado cupcake, sangat terasa alpukatnya, unik dan enak. Vanilla chocolate nya, walaupun sederhana tapi begitu masuk ke dalam mulut langsung meledak, rasanya kaya banget. Begitupun dengan Lemon cupcake nya, rasa segar dari buah lemon sangat terasa di cupcake ini. Ini yang saya sukai, mereka komitmen dengan membuat banyak rasa di cupcake ini dengan rasa yang pigmented dan sangat berkarakter bukan hanya sekedar nama. Frostingnya pun enak, dengan tingkat kemanisan yang pas, ditambah tekstur frostingnya yang light tidak terlalu oily seperti kebanyakan frosting cupcake di toko lain yang terkadang terasa mengendal di atas langit langit mulut.

Karena toko ini baru banget buka di lokasinya yang baru, maka ga heran kalau masih banyak rak rak yang kosong dan papan menu di belakang counternya pun masih kosong belum tertulis apa apa. Sang owner memang berencana membuat main course untuk lunch dan dinner disini. Jika memang ga ada halangan pertengahan Juni, Beecup sudah menyediakan main course dan minuman yang beragam. Maklum, awal Mei kemarin mereka baru soft opening. Para pengunjung dipersilakan untuk mengisi nama dan nomor telepon di buku tamu karena nanti akan dihubungi dalam acara grand openingnya. Yaitu untuk launching dan food testing menu main course nya. Keseriusan owner dan keramahannya dalam melayani customernya lah yang saya yakin membuat banyak customer yang merasa puas ketika mampir di Beecup ini. Selain rasa yang enak, hospitality itu salah satu hal yang saya perhatikan saat mengunjungi suatu tempat makan.

Seating area
Display cupcakes dan cakes
Rak baru yang masih kosong
Karena kami asik mengobrol dengan ownernya yang sangat ramah, kami pun diberi souvenir berupa mug Beecup yang cantik. Terbukti banget kalo owner dari Beecup ini sangat care terhadap kepuasan customernya. Ga heran, kalau Beecup ini banyak mendapatkan orderan di acara wedding dan ulang tahun. Wedding cake dan cupcake buatan Beecup ini cantik cantik semua. Selain cupcakenya cantik, owner ramah, rasa enak, apalagi yang kurang coba ?


Cupcakes timee !!
So guys, take a break, eat cupcakes ! Recommended ? Absolutely YES ! Ga salah dan ga ragu lagi kasih predikat “The Best Cupcake in Town” deh buat Beecup ini ! Buat ownernya, sukses ya untuk Beecupnya, semoga bisa makin membesar dan jadi toko cupcake yang besar kaya Georgetown Cupcakes. Two thumbs up. (Belakangan ini saya baru tau nama cece ownernya dari grup Kuliner Bali, rupanya ada temennya si cece di grup. Kalo ga salah namanya Ce Diana hehe. Sukses ya ce !)

Beecup Bali
Jalan By Pass Ngurah Rai No. 766E, Denpasar
(ancer ancer sudah saya jelaskan diatas yah)
Phone : 0851-0610-7188
Facebook | Instagram | Twitter | Website

04/05/2015

Keliling Indonesia di Taman Nusa, Gianyar

Bisa jalan jalan keliling Indonesia menjadi salah satu wishlist saya. Dengan adanya Taman Nusa di Gianyar ini semacam pencerahan buat saya yang berstatus kaum nine to five yang ga punya banyak waktu. Sesuai dengan taglinenya “See Indonesia In One Afternoon” bisa membuat saya merasakan keliling Indonesia dalam sehari. Konsepnya sih sama dengan Taman Mini Indonesia Indah, menyajikan rumah rumah adat dari seluruh propinsi di Indonesia. Tapi daripada saya harus jauh jauh ke Jakarta, lebih baik saya ke Gianyar untuk mengunjungi Taman Nusa. Perjalanan menuju Taman Nusa dari daerah Kuta tidak terlalu jauh, kurang lebih 1 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Untuk mencari lokasi Taman Nusa pun tidak terlalu susah, dengan mengkombinasikan map di handphone dengan bertanya pada warga setempat, saya pun sampai dengan mudahnya di taman yang seluas 15 hektar ini. HTM Taman Nusa seharga IDR 85K. Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari restoran hingga mushola. Jadi jangan khawatir kelaparan di sini ya bloggie. Ketika membayar tiket, kita akan otomatis diberikan buku panduan dan map di Taman Nusa ini.


Lobby Taman Nusa

Visitor Guide and Information Map
Begitu masuk area Taman Nusa, masih belum kelihatan rumah rumah adatnya, ga seperti bayangan saya. Ikuti terus saja jalan setapak, sampai nanti akhirnya menemukan bangunan yang besar dengan fasade kayu. Dari situlah pintu masuk menuju Kampung Budaya yang berisi rumah rumah adat dari seluruh Indonesia. Jangan sampai kebablasan ya bloggie. Karena ga bakal sadar deh kalo main enterancenya harus masuk ke bangunan itu.

Ini ceritanya lagi bingung masuknya lewat mana
Di dalam bangunan ini ada semacam display area untuk kebudayaan kebudayaan Indonesia. Dan nanti kita akan masuk ke bawah tangga, yang merupakan Zaman Prasejarah seperti yang dijelaskan di dalam map Taman Nusa. Jangan takut bloggie, memang keadaannya gelap, tapi memang itu main enterance nya kok. Pengunjung memasuki area sesuai dengan alur perkembangan zamannya, mulai dari zaman prasejarah sampai ke zaman Indonesia masa kini. Bahkan ada sasana, Indonesia di masa depan yaitu berisi harapan harapan bagi Indonesia di masa yang akan datang.



Di area Zaman Prasejarah ini, areanya dilengkapi dengan sound effect manusia manusia purba. Bukan horror sih, tapi cukup menegangkan. Karena banyak tanaman tanaman ala zaman purba gitu yang ditanam di sana. Takut aja ngebayangin kalo tiba tiba ada T-Rex atau Velocyraptor yang menyebul dari balik semak semak hahaha ! Setelah melewati area Zaman Prasejarah, kita akan memasuki Zaman Kerajaan yang ditandai dengan adanya miniatur Candi Borobudur.

Miniatur Candi Borobudur


Setelah melewati miniatur Candi Borobudur ini, kita akan dipandu menuju Kampung Budaya melalui jalan setapak. Dan akhirnya sampailah kita di Kampung Budaya. Di Kampung Budaya ini, rumah rumah adat diurutkan dari daerah timur Indonesia terlebih dahulu seperti Irian Jaya / Papua, Maluku, NTT, dan sekitarnya. Sedangkan daerah Jawa berada di urutan terakhir perjalanan kita di Kampung Budaya. Mungkin karena daerah daerah timur Indonesia belum banyak terekspos dan terkesan terabaikan. Oleh karena itu Taman Nusa meletakkannya di urutan pertama dalam Kampung Budaya ini.


Papua ada di urutan pertama

Saya kesana sekitar jam setengah 10, sehingga pengunjung belum banyak. Saya pun bisa leluasa mengambil foto tanpa takut terganggu pengunjung lain. Sebaiknya kalau ingin berkunjung kesini, semakin pagi semakin baik. Karena selain udaranya masih belum terlalu panas, suasananya pun masih kondusif untuk mengambil foto. Taman Nusa ini diset benar benar seperti taman, banyak ditumbuhi pepohonan. Sehingga suasananya pun teduh. Jangan takut bagi bloggie yang ga kuat jalan, karena disini disediakan mobil caddy untuk berkeliling Taman Nusa. Tapi saya kurang tahu ada biaya tambahan atau tidak, karena saya waktu itu ga ngerasain. Jangan khawatir juga bakal kehausan, karena di setiap jengkal ada penjaja stand minuman dan makanan kecil. Walaupun harga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi dibanding dengan harga di luar. Saran saya, bawa air dari rumah lebih baik untuk menghemat (suara hati anak kos kere). Padahal di pintu masuk tertulis dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Tapi 2 bungkus kacang goreng, 1 bungkus roti kasur, dan 1 botol besar air mineral di tas saya lolos juga masuk kesini. Itu deh keuntungannya selalu menyandang tas ransel kesayangan saya. Semua barang bisa masuk, mulai dari yang kecil sampe dosa yang besar pun muat.

Mobil caddy
Stand makanan dan minuman
Di Taman Nusa ini menurut saya cukup informatif, karena di depan rumah adatnya diberikan penjelasan mengenai rumah adat tersebut. Selain itu, di dalam rumahnya pun dipajang barang barang yang merupakan komoditas daerah tersebut. Seperti contohnya rempah rempah di Maluku, kerajinan kapal phinisi dari daerah Sulawesi Tenggara, dan yang lainnya. Di sini juga banyak sanggar sanggar yang menyediakan life performance pada jam jam tertentu. Di antaranya Sanggar Mandailing yang menampilkan tari tarian dari daerah Sumatera, kemudian ada Sanggar Toraja yang menampilkan pertunjukkan musik khas Toraja.

Kapal phinisi di dalam botol
Mama asli Timor yang lagi menenun
Bapak asli Toba yang sedang buat ukiran
Kapal kapalan dari cengkeh, khas Maluku
Sanggar Toraja, musiknya bagus. Enak buat joged
Di setiap rumah adat, ada warga asli dari daerah tersebut yang didatangkan langsung oleh Taman Nusa. Ada satu hal yang menarik pandangan saya, yaitu mas mas asli Dayak yang lagi perform main alat musik khas Kalimantan Timur yang namanya Sape. Saya tertarik celana ketatnya suara yang dikeluarkan oleh alat musik Sape, indaaaaah banget bloggie. Saya sempat bengong dan merasa damai tiba tiba. Kemudian dengan semangat saya nyamperin si mas Dayak di atas rumah panggung, karena terpesona celana ketatnya permainan Sape nya.


Ini yang namanya celana ketat alat musik Sape
Uniknya, selain miniatur rumah adat, di bagian Toraja dibuat replika makam Lemo yang famous banget itu. Saya langsung happy banget liat replikanya. Memang, Toraja merupakan destinasi impian saya di tahun 2015 ini. Pesona Ketekesu dan pesona makam makam di Toraja benar benar membius saya. Toraja, i'm comiiiiing !


Suatu hari nanti saya akan foto di depan Ketekesu yang asli
Replika Lemo, makam kerajaan dari Toraja






Selesai mengelilingi rumah rumah adat di seluruh Indonesia, kita akan memasuki Indonesia pada jaman dahulu, diantaranya adalah replika tugu Soempah Pemuda dan tugu proklamasi lengkap dengan patung Bung Karno dan Bung Hatta. Selain itu menurut map ada gedung yang berisikan harapan harapan untuk Indonesia pada masa yang akan datang. Tapi sayangnya saat itu, gedung yang dimaksud ditutup. Sayang sekali. Selain gedung yang tutup, saya juga menyayangkan area labirin yang sudah tak terawat, malah ditumbuhi banyak tanaman tanaman liar. Mungkin ga banyak peminatnya kali ya labirin ini.



So guys, are you ready to See Indonesia in One Afternoon ? ;)

Taman Nusa | Indonesia Cultural Park

Jl. Taman Bali, Br. Blahpane Kelod, Desa Sidan, Sidan,
Kec. Gianyar, Kab. Gianyar, Bali 80582
Phone : 0361 952952
Harga Tiket Masuk : IDR 85.000

Website | Facebook

Nikmatnya Soerabi di Waroeng Soerabi Bandoeng 101 Kuta


I loooove street food ! Salah satunya adalah serabi. Di Bali, sekarang serabi lagi hits banget. Di mana mana bermunculan kedai serabi dengan topping yang beraneka ragam. Mulai dari matcha, nutella, ovomaltine, skippy dan apapun yang manis manis. Saya pribadi kurang suka topping topping tersebut, karena menurut saya bukannya membuat rasa serabi itu jadi enak. Malah menjadi sedikit eneg. Tapi ada satu warung serabi yang selalu menjadi favorit saya, bahkan seminggu sekali saya pasti selalu kesana. Namanya Waroeng Soerabi Dewi Sri 101. Ga mengandalkan topping aneka macem, adonan serabinya aja udah enak banget. By the way, saya udah jadi pelanggan Soerabi 101 ini dari lama banget, dari jaman warungnya masih kecil dan polos belum banyak unsur dekorasinya sampai sekarang warungnya dihias meriah dengan lampu lampu kecil dan poster Soerabi 101 yang ikonik dengan warna kuningnya.

Menu yang ditawarkan di Waroeng Soerabi 101 ini banyak banget variasi serabinya dari dulu sampai sekarang. Apalagi akhir akhir ini sedang ngetrend rasa yang bermacam macam seperti Nutella, Ovomaltine, Silverqueen, Skippy dan lainnya. Waroeng Soerabi 101 pun ga mau kalah dengan menyediakan menu baru yang lagi hits seperti di atas. Selain serabi dengan variasi manis dan gurih, disini juga menyediakan jagung bakar, roti bakar, dan Indomie goreng atau rebus. Minumannya pun cukup beragam. Dari teh, kopi, dan aneka jus. Mantap lah.



Favorit saya akhir akhir ini adalah Soerabi Toblerone Keju Spesial yang toppingnya membludak banyak banget hahahaha. Gimana ga gendut coba ? *sigh*. Walaupun begitu, rasanya masih aman di lidah saya kok bloggie. Ga bikin saya eneg. Tapi buat bloggie yang ga doyan yang terlalu manis, bisa nyobain Soerabi Kinca yang rasanya light banget, harganya pun murah banget cuma 6000 aja.

Soerabi Silverqueen Keju Spesial (16K)
Soerabi Strawberry Keju (10K)
Soerabi Kinca (6K)
Kalo menurut bloggie makan soerabi aja ga cukup, bloggie bisa pesan Indomie goreng atau rebus. Bisa pesen pake 4 item, seperti telur, kornet, keju, dan ayam. Harganya pun masih bersahabat di kantong. Dijamin dengan bawa 20.000 aja bisa pulang dengan kenyang hahaha. Makanya ini jadi tongkrongan favorit saya waktu kantong lagi kempes. Bahkan disini ada Happy Hournya dari jam 17.00-19.00, dengan 17.000 bisa mendapatkan Soerabi Coklat Keju, Es Teh, dan Internet (indomie telor kornet)

Indomie Goreng Telur
Mamang soerabi
Tungku masak soerabi

Enaknya nongkrong di tempat beginian adalah suasananya santai banget ditemani anginnya yang semilir, secara berada di area outdoor. Apalagi bisa sambil liatin mobil lalu lalang. Tapi satu minusnya, yaitu kalo hujan turun, ya namanya aja warung misbar alias gerimis bubar. Seperti yang saya alami waktu itu, hujan turun deras sekali ditambah angin yang kencang membuat air beterbangan kesana kemari. Yang tadinya banyak pengunjung di area outdoor termasuk saya, langsung bubar. Ada yang pulang dan ada yang mengungsi ke area indoor. Ada juga yang tetap terpaku duduk di mejanya sambil menikmati tampias air hujan dari pinggir tenda, seperti saya. Hahahaha.

Mamang soerabi nya aja sampe pake payung

Banjir
Ya itulah seninya nongkrong di warung tenda. Kapok ? Sama sekali tidak bloggie, karena serabi yang ditawarkan Waroeng Soerabi 101 ini pantes dan layak diperjuangkan. Tsaaaahh !


Waroeng Soerabi Bandoeng 101
Jl. Dewi Sri no. 101 Kuta, Bali
0831-1450-3400
Facebook